Kota Makassar dan Kabupaten Wajo Menerima Penghargaan Kota Sehat WHO
World Health Organization (WHO) memberikan Penghargaan Akreditasi Kota Sehat kepada Kota Makassar dan Kabupaten Wajo di Indonesia sebagai bagian dari Jaringan Kota Sehat WHO Kawasan Asia Tenggara (SEAR-HCN). Penghargaan yang baru pertama kali diberikan di Kawasan WHO Asia Tenggara ini diserahkan dalam sebuah acara daring dengan Kantor WHO Kawasan Asia Tenggara pada 28 Maret 2025.
Kota Makassar dan Kabupaten Wajo merupakan dua dari 10 kota di enam negara di Kawasan ini yang diakui atas kontribusi signifikannya dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di daerah perkotaan melalui perencanaan yang inklusif, kepemimpinan lokal, inovasi, dan aksi lintas sektor. Inisiatif regional WHO ini mendorong pemerintah lokal untuk menciptakan kota-kota yang memprioritaskan kesehatan, keberlanjutan, dan kemerataan.
Nihilne te nocturnum praesidium Palati, nihil urbis vigiliae. Non equidem invideo, miror magis posuere velit aliquet. Qui ipsorum lingua Celtae, nostra Galli appellantur. Prima luce, cum quibus mons aliud consensu ab eo. Petierunt uti sibi concilium totius Galliae in diem certam indicere.
Gerakan Kota Sehat di Indonesia bermula pada tahun 1998 dengan Program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di enam daerah perkotaan. Saat ini, 387 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia berpartisipasi dalam program KKS, yang didukung oleh WHO dan dipimpin oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Forum Kabupaten/Kota Sehat.
Makassar dan Wajo ini merupakan dua dari wilayah-wilayah pertama di Kawasan yang berupaya mencapai akreditasi formal dari SEAR-HCN setelah program ini diluncurkan pada 2022. WHO mendukung pelatihan bagi pemimpin perkotaan pada Juli 2023 di Makassar serta serangkaian lokakarya bersama Universitas Hasanuddin, yang membantu kedua wilayah tersebut menyusun profil dan rencana kesehatan terperinci untuk dikaji oleh WHO.
Dalam acara penghargaan pada 28 Maret, Makassar – sebuah kota pesisir dengan sekitar 1,5 juta penduduk – mendapatkan pengakuan atas pendekatan inovatifnya terkait penyediaan layanan kesehatan yang terintegrasi, pengelolaan limbah padat, dan tata kelola partisipatif.
“Kami sangat bangga atas pencapaian ini,” ujar Walikota Munafri Arifuddin. “Penghargaan ini memberikan pengakuan atas kerja keras masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat dan berkelanjutan dengan penguatan tata kelola kesehatan dan kesejahteraan.”
Kabupaten Wajo mendapat penghargaan WHO atas fokusnya pada layanan kesehatan komunitas yang terintegrasi. Di wilayah yang sebagian besar terdiri dari pedesaan di timur laut Makassar dan sekitar 400.000 penduduk ini, banyak layanan kesehatan masyarakat yang dijalankan melalui jaringan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang luas. Program-programnya meliputi inovasi pemberdayaan warga usia lanjut dalam program kesehatan, ULAMA (Usia Lanjut Masih Aktif), yang telah menjadi suatu praktik baik di tingkat global.
“Penghargaan ini merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Wajo dan bukti upaya bersama tenaga kesehatan, pemerintah, tokoh masyarakat, dan anggota masyarakat,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Armayani, mewakili Bupati Andi Rosman. “Tonggak pencapaian ini menjadi seruan untuk bertindak. Kita harus berinovasi, berkolaborasi, dan mempertahankan standar-standar WHO untuk memastikan Wajo terus menjadi model ketangguhan kesehatan.”
Model tata kelola partisipatif Kabupaten Wajo memungkinkan perencanaan kesehatan dan pengelolaan limbah berjalan secara responsif dan akuntabel dan dijalankan di tingkat desa dan kecamatan. Melalui forum masyarakat dan perencanaan aksi lokal, kabupaten ini memastikan bahwa inisiatif-inisiatif kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan setempat dan dapat terus dijalankan dalam jangka panjang.
Gerakan kabupaten/kota sehat yang terus berkembang
SEAR-HCN mencakup 23 kota dan semakin banyak menarik minat di Kawasan. Di Indonesia, Surabaya, Madiun, Cilegon, Semarang, dan Bandung sedang mengupayakan akreditasi yang didasarkan pada proses penilaian yang ketat selama dua tahun.
Didukung Swiss Development Cooperation dan Regional Laboratory on Urban Governance Chulalongkorn University, Thailand, SEAR-HCN memberikan bantuan teknis dan platform pembelajaran untuk memandu kabupaten dan kota menuju masa depan yang lebih sehat dan merata.
Perjalanan Kota Makassar dan Kabupaten Wajo menunjukkan bahwa kabupaten dan kota sehat dibangun melalui visi bersama, kemitraan yang inklusif, dan kemauan politik yang berkelanjutan, dengan kesadaran bahwa kesehatan kabupaten/kota adalah kesehatan bangsa
Sumber : https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/06-05-2025-makassar-city-and-wajo-district-receive-who-healthy-city-awards.
2 Responses
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.




equidem
nascetur ridiculus mus.